Selamat Datang di Kumpulan Artikel Islam...Semoga Anda memperoleh hikmah dari artikel yang Anda baca. Terima kasih atas kunjungan Anda

Google

Ngaji di Facebook

>> Jumat, 13 November 2009

Oleh : Muhammad Badrushshalih

Sembari mengupdate status, kita juga bisa membaca bahkan mendengarkan al-Quran secara online menggunakan aplikasi yg bernama: alquran verses, aplikasi ini dibuat dan dikembangkan oleh Abdullah Arif seorang mahasiswa alumni ‘07 dari American University of Sharjah. Dengan terjemahan yang tersedia dalam 23 bahasa, mendengarkan audio yang menakjubkan dari 7 Qari, serta menampilkan ayat-ayat favorit di personal space anda!Untuk menggunakan aplikasi ini di facebook silahkan buka link Quranic Verses. Kemudian izinkan/Allow, dalam menu setting, sesuaikan dengan pilihan Anda dan klik Save setting. Untuk langsung mendengarkan atau membaca Al-quran langsung klik Qur’an Browser. Tampilan dari aplikasi ini tepatnya seperti dibawah ini.



Penjelasan menu:
¤ Browse: Untuk mengganti surat, ayat, dan bahasa yang digunakan.
¤ Play: Untuk mendengarkan Surat yang dipilih, silahkan pilih Artist (Qori) yang akan membacanya.
¤ Annotations: Pilih Translation untuk menggabungkan antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia.
¤ Display Options: Tampilan dan huruf Al-quran yang digunakan.

Semoga Bermanfaat. :) sumber : trickFacebook

Read more...

Bilal bin Robah

>> Kamis, 12 November 2009

( Sahabat, wafat pada tahun 20 H, dalam usia 60 tahun ) Mu`adzin pertama yang selalu suci.

Sebagai keturunan Afrika mewarisi warna kulit hitam, rambut keriting, dan postur tubuh yang tinggi, khas orang Habasyah ( Ethiopia sekarang ). Bilal pada mulanya adalah budak milik Umayyah bin Kholaf, salah seorang bangsawan Makkah. Karena keislamannya diketahui tuannya, Bilal disiksa dengan amat keras, hinggga mengundang reaksi dari Abu Bakar yang kemudian membebaskannya dengan sejumlah tebusan. Karena tebusan ini, Bilal mendapat sebutan Maula Abu Bakar , atau orang yang dibeli untuk bebas oleh Abu Bakar, bukan untuk dijadikan budak kembali.

Muhammad bin Ibrahim at-Taimy meriwayatkan , suatu ketika Rasulullah wafat dan belum dikubur, Bilal mengumandangkan adzan. Saat Bilal menyeru : Asyhadu anna Muhammmadarrasulullah…., orang-orang yang ada dimasjid menangis. Tatkala Rasulullah telah dikubur, Abu Bakar berkata "Adzanlah wahai Bilal". Bilal menjawab, "Kalau engkau dahulu memebebaskanku demi kepentingannmu, aku akan laksanakan, Tapi jika demi Allah, maka biarkan aku memilih kemauanku." Abu Bakar berkata "Aku membebaskanmu hanya demi Allah'. Bilal berkata," Sungguh aku tak ingin adzan untuk seorang pun sepenimggal Rasulullah ". Kata Abu Bakar, "Kalau begitu terserah kau".

Zurr bin Hubaisy berkisah, Yang pertama menampakkan keislaman adalah Rasulullah, kemudian Abu Bakar, Ammar dan ibunya, Shuhaib, Bilal dan Miqdad. Rasulullah dilindungi pamannya, Abu Bakar dibela sukunya, Adapun yang lain orang-orang musyrik menyiksa mereka dengan memakai baju besi dibawah terik matahari. Dari semua itu yang paling terhinakan adalah Bilal karena paling lemah posisinya ditengah masyarakat.

Orang-orang musyrik menyerahkannya kepada anak-anak untuk diarak ramai-ramai dijalan-jalan Makkah. Ia tetap tegar dengan selalu menyatakan , Ahad…Ahad… Bilal mendapat pendidikan zuhud langsung dari Rasulullah. Suatu ketika Rasulullah datang kepada Bilal yang disisinya ada seonggok kurma. Rasulullah : "Untuk apa ini, Bilal ?" Bilal, "Ya, Rasulullah aku mengumpulkannya sedikit demi sedikit untukmu dan untuk tamu-tamu yang datang kepadamu." Rasulullah, "Apakah kamu tak mengira itu mengandung asap neraka ?" Infakkanlah, jangan takut tidak mendapat jatah dari Pemilik Arsy."

Buraidah mengisahkan, suatu pagi Rasulullah memanggil Bilal, berkata , " Ya Bilal, dengan apa kamu mendahuluiku masuk syurga ? Aku mendengar gemerisikmu didepanku. Aku ditiap malam mendengar gemerisikmu." Jawab Bilal "Aku setiap berhadats langsung berwudhu dan sholat dua raka`at." Sabda Nabi S.A.W," Ya, dengan itu ".


ditulis ulang oleh tokohislam iua untuk IUA - Islam yang sejuk, disarikan dari Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Read more...

Mana janji manismu???

>> Kamis, 05 November 2009

Oleh : Muhammad Badrushshalih

Hmm…seseorang yang berjanji tentunya akan kita mintai janjinya kepada kita. Gimana gitu rasanya kalau sudah berjanji terus dihianati??Gimana??Gak enak kan??begitu juga ketika kita berjanji pada orang yang memiliki posisi lebih tinggi dari kita, baik status social ataupun yang lainnya. Rasanya malu dan gak ingin bertemu sebelum kita bisa memenuhi janjinya.

Nah, gimana kalo janji itu kita berikan sama Sang Pemilik Kerajaan Bumi dan Langit ini. Rajanya pimpinan kantor kita. Pernah gak berjanji sama Dia??Pernah dong tentunya.Masih inget gak???Dulu itu lho, waktu di kandungan “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"(7:172) .

Nah lho, sekarang gimana dengan ibadah kita, ya..setidaknya dengan sholat yang menjadi salah satu amalan pertama yang akan ditanyakan nanti di akhirat?? Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw., beliau bersabda : “Sesuatu yang pertama kali diperhitungkan pada hamba adalah shalatnya, jika ia menyempurnakannya. Jika tidak (sempurna) maka Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Lihatlah apakah hambaKu mempunyai (shalat) sunat ?”. Jika kedapatan padanya (shalat) sunat, maka Allah berfirman : “Sempurnakanlah fardhu itu dengannya.

Ya Alloh, berilah kemapuan kepada hamba untuk senantiasa berbakti padaMu hingga hamba kembali padaMu
Hamba adalah makhluk lemah yang tak ada daya dan upaya selaian kemampuan darimu untuk senantiasa berada dalam jalanMu

Mana janji manismu???

notes: mari kawan saling mengingatkan, ini bahan perenungan diri dengan amalan ibadah yang mulai menurun. Smoga kita bisa menjadi hamba-Nya yang senantiasa saling mengingatkan. Jangan jenuh dan bosan untuk saling mengingatkan ya..Manusia tempat salah dan khilaf, oleh karenanya kita harus senantiasa saling mengingatkan. betul...betul...betul...???Gak ada kata lain selain keinginan untuk saling menasehati bukan mengintervensi atau memojokkan,..otre,,Semangat...!!!

Read more...

Jilbab Siapa Neh??

>> Selasa, 03 November 2009


Oleh : Muhammad Badrushshalih

Suasana lingkungan berjilbab memang baru terasa sewaktu saya masuk perkuliahan. Berawal dari dosen-dosen yang sangat sibuknya ngurusin masalah ospek kami mondar-mandir di hadapan saya. Awal ketertarikan yang gak pernah terlupakan. Gimana bisa lupa, mereka menjadi awal ketertarikan saya sama Islam untuk mengenal lebih dekat. Terlebih komunitas jilbaber (orang-orang berjilbab) besar. Saya menyebut mereka ABG alias akhwat berjilbab guede. He..he..

Komunitas ABG semakin banyak saya kenal ketika Alloh memberikan jalan kepada saya untuk bergabung dalam komunitas Islam, khususnya lembaga dakwah kampus yang ternyata menjadi awal saya untuk mengenal Islam lebih jauh. Mulai dari kampus hingga aktifitas di masjid yang mau gak mau saya bergelut dengan dunia mereka.

Hal yang terpikir dalam benakku kini adalah jilbab yang Islam syariatkan untuk menutup aurat itu untuk siapa???Apakah hanya untuk kaum yang bergelut di dunia dakwah, dunia masjid??Apakah mereka yang gak gabung gak berhak untuk menggunakan jilbab yang Alloh perintahkan dalam Al-Qur’an??Lalu, sebenarnya kenapa sebagian saudari kita gak mau untuk berjilbab???

Saudariku, Alloh memerintahkan kaummu untuk berjilbab adalah untukmu, bukan untuk sebagian kaummu. Ingatlah perintah—Nya dalam qur’an surat An nur Ayat 31 “….hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”.

Jelas sudah ayat tersebut untuk kaummu dalam menutup aurat dan juga siapapun orang-orang yang diperbolehkan melihat aurat (dalam batasan syari’at tentunya). Alloh memerintahkan kepada Anda tanpa mamilih siapa Anda untuk menjagamu. Itulah rasa cinta-Nya kepadamu sobat, bukan untuk melarangmu menutupi kecantikan yang telah Alloh berikan. Yakinlah bahwa jilbab yang Alloh perintahkan adalah demi keyakinan yang kau anut sobat. Islam ini sempurna (Al maidah: 3). Semua yang ada di hidup ini telah diaturnya. Termasuk bagaimana engkau menutup auratmu, menjaga kehormatanmu dan kesucian yang harus kau jaga hingga engkau kembali pada-Nya.

Read more...

Keraguan Pria, Penantian Wanita

>> Jumat, 16 Oktober 2009

Oleh : Siti Fathiyah Khotib, LC, MA

Berpasang-pasangan merupakan salah satu karakteristik ciptaan Allah. Siang dan malam; gelap dan terang; daratan dan laut; kebaikan dan keburukan. Semua itu merupakan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah “Maha Suci Dzat yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan darimereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui ( QS. Yasin : 36).

Sebagai makhluk Allah, manusia juga tak lepas dari karakteristik berpasangan berupa pria dan wanita. Dalam diri mereka Allah tanamkan perasaan dan naluri saling memerlukan dan mencintai yang menurut Islam dipandang sebagi bagian dari Rahmat Allah kepada hamba Nya. Perasaan saling mencintai tersebut tidak dikekang dan tidak pula dibebaskan tanpa aturan, namun disalurkan dengan cara yang elegan dan terhormat yang memelihara martabat kemanusiaannya dalam bentuk ikatan perkawinan. Disinilah letak signifikasinya anjuran Rasulullah saw kepada umatnya untuk segera menikah. “Nikah merupakan sunnahku, dan barang siapa yang tidak menyukai sunnahku maka ia tidak termasuk golonganku” (HR. Ibn Majah)

Bahkan tidak sekedar itu, Rasulullah saw mendorong umatnya untuk segera menikah bagi yang sudah mampu untuk melaksanakannya :"Wahai para pemuda barang siapa yang sudah mampu untuk melaksanakan pernikahan maka hendaklah ia menikah, barang siapa yang tidak mampu maka hendak ia berpuasa karena hal itu menjadi tameng baginya" (HR. Bukhari)

Manakala mencermati pesan Rasulullah saw dalam hadits tersebut ditujukan kepada para pemuda maka dapatlah difahami bahwa dari dimensi waktu, Islam menghendaki seseorang yang mampu agar segera menikah di waktu muda dan tidak menunda-nundanya. Di sisi lain, Rasulullah saw melarang umatnya untuk hidup membujag yang bertentangan dengan naluri manusia, sebagaimana diriwayatkan dari Samrah bahwa : Rasulullah saw melarang hidup membujang" (HR. Tirmidzi). Anjuran untuk segera menikah jika sudah mampu dan larangan hidup membujang karena banyakknya dampak negatif darikehidupan semacam itu baik dari sisi psikologis atau sosial.

Satu alasan yang sering mengemuka bagi orang yang belum menikah adalah belum siap secara finansial, mental atau lainnya. Namun seringkali terjadi standar kesiapan secara finansial ditakar kelewat tinggi sehingga sebenarnya ketidaksiapan mental lebih dominan. Sebenarnya Islam tidak memasang standar yang berlebihan dalam kesiapan finansial ini. Islam hanya menganjurkan kesiapan yang wajar menurut kemampuan seseorang. Karena Allah berjanji untuk memberikan kecukupan bagi orang yang kurang mampu yang mau menikah. "Dan nikahikah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (untuk nikah) diantara hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka fakir maka Allah yang memberikan kecupkupan kepada mereka dari karunia Nya.

Dalam sebuah haditsnya Rasulullah saw emnjelaskan : "Ada tiga kelompok manusia dimana Allah akanmemberikan bantuan kepada mereka; orang yang menikah dalam rangka memelihara kesucian, hamba sahaya yang mau melunasi pembayaran kemerdekaannya dan orang yang berperang di jalan Allah" (HR. Tirmidzi).

Sebuah perkawinan akan terbangun manakala kesiapan puhak pria utnuk mengayunkan gayung lamaran disambut oleh pihak wanita. Untuk itulah seyogyanya kaum wanita (dan juga pria) wajar dalam menetapkan kriteria bagi pasangannya. Dalam kaitan ini Rasulullah saw memberikan tuntunan. "Wanita itu dinikahi karena 4 hal; kecantikan, kekayaaan, keturunan dan agamanya. Maka pilihkah yang memiliki agama, niscaya kamu beruntung."

Sekalipun pesan tersebut ditujukan kepada kaum pria namun juga meliputi kaum perempuan. Bahkan jika menilik lembaran kehidupan sahabat dan para salafus shaleh, didapati bahwa gayung perkawinan juga diayunkan oleh pihak wanita. Umar bin Khattabb, misalnya meminang Abu Bakar lalu Utsman buat puterinya Hafshah, sekalipun akhirnya Rasulullah yang menerimanya. Lebih dari itu, Khadijah menawarkan diri untuk dinikahi Rasulullah saw. Wallahu a'lam.

sumber My Qur'an


Read more...

Cahaya

Oleh : Muhammad Badrushshalih

"Ya Allah jadikanlah di dalam hatiku cahaya, di dalam ucapanku cahaya. Jadikanlah di dalam pendengaran dan penglihatanku cahaya. Jadikanlah dari belakang dan dari depanku cahaya. Jadikanlah dari atasku cahaya, dari bawahku cahaya. Ya Allah berikanlah kepadaku cahaya dan jadikanlah aku cahaya"(HR. Muslim dan Abu Dawud)

Read more...

Kumpulan Motivasi

>> Kamis, 15 Oktober 2009

Oleh : Muhammad Badrushshalih

Beberapa kumpula materi yang insya Alloh dapat memberikan pelajaran dan jugasebagai perenungan bagi kita semua. Semoga bisa bermanfaat. Amin

Read more...

  © Blogger templates Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP